Jumat, 10 Agustus 2012

Teknologi Informasi Dakwah


TEKNOLOGI  Informasi DAKWAH

Permasalahan pokok penelitian ini adalah bagaimana peran Teknologi Dakwah Muhammadiyah (Studi Analisis pada  Mubalig Muhammadiyah di kota Ambon). Dari masalah pokok tersebut penulis membagi menjadi dua sub masalah, yakni bagaimana kondisi kompetensi mubalig Muhammadiyah di kota Ambon, dan bagaimana mubalig Muhammadiyah menggunakan teknologi dakwah di kota Ambon. Dari kedua sub masalah tersebut membuktikan bahwa semakin tinggi kredibilitas mubalig Muhammadiyah menerapkan pola komunikasi empati dan partisipatori semakin efektif peningkatan daya serap mad’u, semakin canggih penggunaan software dan hardware  dalam  mendesain materi dakwah semakin tinggi pula peningkatan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik mad’u.
Penelitian ini bercorak kualitatif yang berangkat dari perspektif fenomenologi induktif melalui pendekatan dakwah dan komunikasi. Lokasi penelitian ini berpusat di kota Ambon. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori Haberman dan Milles dengan cara penyajian data, pengorganisasian data, koleksi data, dan verifikasi data. Kajian ini berkesimpulan bahwa para ilmuan dakwah dan komunikasi di Barat, Timur Tengah, dan Asia Tenggara telah menawarkan beberapa strategi dakwah dan komunikasi melalui paradigma bahwa untuk mengimbangi potensi informasi negatif, maka mubalig perlu memiliki kompetensi komunikasi empatik, parsipatoris, dan kredibilitas pemanfaatan teknologi dakwah. Joseph DeVito mengungkapkan bahwah peran teknologi komunikasi sangat efektif sebagai perpanjangan panca indra mubalig. Talcott Parson juga menyimpulkan bahwa jika salah satu sub sistem masyarakat tidak berfungsi sebagaimana mestinya maka bisa berdampak negatif dalam interaksi sosial di tengah masyarakat. Begitupula kesimpulan Ali Mahfuz\ bahwa kredibilitas mubalig sangat menentukan daya serap mad’u dari prilaku ketidakberaturan menuju keteraturan. Penelitian ini memperkuat ketiga pandangan tokoh tersebut bahwa sistem informasi dakwah bisa berjalan dengan baik jika mubalig profesional menerapkan komunikasi empati, parsipatori, dan kredibilitas penerapan teknologi dakwah sebagai perpanjangan panca indra mubalig.
Tujuan penelitian ini berusaha membangun kerangka teori dakwah dan komunikasi untuk mengungkap secara ilmiah peran kompetensi mubalig Muhammadiyah di kota Ambon dalam menerapkan teknologi dakwah, untuk mencegah dominasi isu negatif yang berkembang di tengah realitas sosial keagamaan di kota Ambon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Semakin tinggi kredibilitas mubalig Muhammadiyah menggunakan teknologi dakwah melalui pola komunikasi empati, komunikatif, dialogis, partipatoris, semakin tinggi pula peningkatan daya serap mad’u di kota Ambon. Implikasi kajian ini bagi warga Muhammadiyah di kota Ambon, praktisi mubalig, dan lembaga akademik khususnya jurusan dakwah dan komunikasi sebagai teori pengembangan Komunikasi Penyiaran Islam pada Perguruan Tinggi Islam di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar